Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah,
Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Hari Jumat adalah hari terbaik kaum muslimin. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menyampaikan, hari Jum’at adalah sebaik-baik hari yang disinari matahari.
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ
"Sesungguhnya di antara hari kalian
yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan
diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi
kematian seluruh makhluk." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا
"Hari terbaik yang disinari matahari
adalah hari Jum'at. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan, dimasukkan
surga, dan pada hri itu pula ia dikeluarkan darinya." (HR. Muslim)
Karenanya, wajib bagi setiap muslim
memahami kedudukan hari ini dan keistimewaanya. Tujuannya, supaya bisa
memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak ibadah dan ketaatan,
memperbanyak shalat atas Nabi, dan memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ibnul qayyim berkata, "Adalah di antara petunjuknya Shallallahu 'Alaihi Wasallam
mengagungkan hari (Jum'at) ini dan memuliakannnya, serta
mengistimewakannya dengan ibadah yang dikhususkan pada hari tersebut
yang tidak dikhususkan pada hari lainnya. . ." (Zaad al-Ma'ad: 1/378)
Di hari ini, ada tiga perkara istimewa yang hendaknya diperhatikan, jangan dilupakan.
Pertama, Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, jangan lupa bershalawat atas beliau. [Baca: Perbanyaklah Shalawat Pada Hari Jum'at !!]
Dari Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
إِنَّ مِنْ
أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ
قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ
الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
"Sesungguhnya di antara hari kalian
yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan
diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi
kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari
Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku…." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim)
Memperbanyak shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari Jum'at yang menjadi sayyidul ayyam menunjukkan kemuliaan pribadi beliau sebagai sayyidul anam (pemimpin manusia).
Shalawat termasuk ibadah yang paling
afdhal. Dan dilaksanakan pada hari Jum'at jauh lebih utama daripada
dilaksanakan pada hari selainnya, karena hari Jum'at memiliki
keistimewaan dibandingkan hari yang lain. Dan melaksakan amal yang
afdhal pada waktu yang afdhal adalah lebih utama dan lebih bagus. (lihat
'Aunul Ma'bud: 2/15)
Kedua, siapkan cahaya yang menerangi dirimu di akhirat dengan membaca surat Al-Kahfi. [Baca: Malam Jum'at Disunnahkan Baca Surat Al-Kahfi, Bukan Surat Yasin]
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ
سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ
تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
"Siapa yang membaca surat Al-Kahfi
pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke
langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya
antara dua Jum'at.”
Al-Mundziri berkata: "Hadits ini
diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad
yang tidak apa-apa." (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)
Ketiga, waktu mustajab, jangan lupa engkau bersungguh-sungguh berdoa padanya. [Baca: Manfaatkan Waktu Mustajab (Dikabulkan Doa) di Sore Hari Jum'at!]
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dia bercerita: "Abu Qasim (Rasululah) shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
"Sesungguhnya pada hari Jum'at itu
terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa
memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia
akan mengabulkannya."
Lalu beliau mengisyaratkan dengan
tangannya, yang kami pahami, untuk menunjukkan masanya yang tidak lama
(sangat singkat)." (Muttafaq 'Alaih)
Pendapat mayoritas ulama, waktu tersebut
berada di penghujung hari Jum’at. Pendapat lain menyebutkan waktu
tersebut berada sejak duduknya imam di atas mimbar sampai berakhirnya
shalat.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah merajihkan
pendapat pertama. Beliau berkata, "yang ini merupakan pendapat yang
paling rajih dari dua pendapat yang ada. Ia adalah pendapat Abdullah bin
Salam, Abu Hurairah, Imam Ahmad, dan beberapa ulama selain mereka."
(Zaad al Ma'ad: I/390)
Namun beliau juga mengatakan, pengabulan
doa itu diharapkan juga pada saat shalat. Sehingga kedua waktu
tersebut merupakan waktu ijabah (pengabulan) doa, meskipun saat yang khusus itu ada di ujung hari setelah shalat shalat 'Ashar.
Penutup
3 perkara di atas termasuk bagian
keistimewaan hari Jum’at. Tiga amal istimewa di dalamnya, shalawat atas
Nabi, membaca surat Al-Kahfi, dan berdoa untuk kebiakan dunia dan akirat
kita.
Wallahu A’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar